ELMIDAD : Ta'allum - Tafaqquh - Tathbiiq

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jumat, 10 Juni 2011

Salah Faham

Hari Jum’at adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Karena dalam sebuah hadits Nabi dikatakan bahwa “ Hari Jum’at adalah raja dari seluruh hari “. Jum’at dalam bahasa Arab berarti berkumpul. Pada hari Jum’at, seluruh umat Islam diperintahkan untuk berkumpul dalam rangka menunaikan shalat jum’at. Bahkan siapapun yang meninggal dunia tepat pada hari Jum’at, maka ia insya Allah tergolong ke dalam orang yang baik. Itulah kemuliaan hari Jum’at. Oleh karena itu, seluruh umat Islam hendaknya selalu ingat akan kemuliaan yang telah Allah SWT berikan pada hari Jum’at.

Terkait dengan hal di atas, mungkin masih terngiang-ngiang di telinga kita tentang sebuah peristiwa bom bunuh diri dan membunuh orang lain yang terjadi pada hari Jum’at yang lalu (15 April 2011) tepatnya di sebuah masjid yang terletak di MAPOLRESTA Cirebon. Sungguh ironis, ternyata di zaman yang maju seperti saat ini, dimana lembaga pendidikan Islam dan akhlak telah merebak, masih ada saja seseorang atau kelompok yang memiliki kepicikan dalam berpikir dan bertindak. Hal tersebut merupakan suatu fenomena dan realita yang harus kita akui. Negara Indonesia yang dikenal sebagai negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam yang notabene cinta kedamaian ternyata masih juga mencintai kekerasan dan bertingkah laku seperti orang yang tak beragama. Naudzu billaahi min dzaik.

Peristiwa tersebut sangat mengiris hati dan perasaan orang lain. Kekecewaan dan sakit hati mungkin bukan hanya dirasakan oleh para keluarga korban. Akan tetapi seluruh keluarga pelaku, sahabat, dan bahkan umat Islam menyayangkan terjadinya peristiwa seperti itu. Menurut penulis, apa yang telah dilakukan oleh pelaku pengeboman tidak dapat dibenarkan, baik dari aspek sosial terlebih dari tinjauan ajaran Islam. Karena pada dasarnya, tak ada satu pun ajaran agama di dunia ini yang mengajarkan anarkis. Ajaran Islam sangat mulia dan luhur. Kemuliaan ajaran Islam tercermin dari kecintaannya dengan kedamaian dan metode dakwahnya yang penuh dengan hikmah. Jadi, alangkah disayangkan peritiwa tersebut terjadi di tengah-tengah masyarakat yang notabene beragama Islam dan satu keyakinan. 

Wallahu A’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar